Menuju KERIDHOAN ALLAH

Jaka Simbara

BERMULA DARI KEINGINAN UNTUK BERBAGI DENGAN SESAMA , NASEHAT MENASEHATI DALAM KEBENARAN
MAKA BLOG INI ADA .


"DAN HENDAKLAH ADA DI ANTARA KAMU SEGOLONGAN UMAT YANG MENYERU KEPADA KEBAJIKAN, MENYURUH KEPADA YANG MAKRUF, DAN MENCEGAH DARI YANG MUNGKAR. MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG" (QS ALI IMRAN:104)


DAN SESUNGGUHNYA KAMI JADIKAN UNTUK ISI NERAKA JAHANNAM KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA, MEREKA MEMPUNYAI HATI, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MEMAHAMI AYAT - AYAT ALLAH, DAN MEREKA MEMPUNYAI MATA, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MELIHAT TANDA - TANDA KEKUASAAN ALLAH, DAN MEREKA MEMPUNYAI TELINGA, TETAPI TIDAK DIPERGUNAKANNYA UNTUK MENDENGAR AYAT - AYAT ALLAH. MEREKA ITU SEBAGAI BINATANG TERNAK, BAHKAN MEREKA LEBIH SESAT LAGI. MEREKA ITULAH ORANG - ORANG YANG LALAI. (QS AL A'RAAF : 179)


JADIKANLAH HIDUP INI SEBAGAI LADANG AMAL UNTUK BEKAL DI AKHERAT KELAK YANG ABADI. HIDUP HANYA SEKALI, JANGANLAH KITA SIA-SIAKAN. INILAH SAAT YANG MENENTUKAN TEMPAT KITA KELAK, DI SURGA......, ATAUKAH NERAKA......







LOGIKA SEORANG MUKMIN DAN LARANGAN BERMEGAH - MEGAHAN DALAM HIDUP

Assalaamu Alaikum Warakhmatullaahi Wabarakaatuh.
Lazimnya bila kita hendak melakukan suatu perjalanan yang cukup jauh, maka kita akan mempersiapkan bekal  yang cukup agar perjalanan dan kegiatan di tempat  tujuan berjalan aman dan lancar,  meskipun keberadaan kita di tempat tujuan tersebut hanya sebentar saja.  Jika demikian, maka sudah selayaknya jika kita hendak  berpindah tempat tinggal,  kita akan mempersiapkan dengan lebih matang , kira-kira apa yang akan kita butuhkan di tempat tinggal yang baru.
Nah...., analogi  di atas bisa kita pakai sebagai dasar bagaimana seharusnya kita menyikapi perjalanan hidup ini.  Dunia ini adalah tempat tinggal kita yang sementara.  Bahwa kita semua pasti akan meninggalkan dunia ini melalui proses kematian. Pada dasarnya kematian adalah sebuah daftar panggil, dimana kita berada dalam urutan tertentu dari daftar tersebut. Bila demikian adanya , maka apapun yang kita upayakan di dunia ini, pasti akan kita tinggalkan , kecuali apa yang kita upayakan, kita belanjakan di jalan yang diridhoi ALLAH. Dalam hal Ilmu misalnya, carilah ilmu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia untuk diamalkan dan diajarkan, dalam hal harta misalnya,  semua harta yang kita kumpulkan siang dan malam akan kita tinggalkan dengan sia-sia , kecuali harta yang telah kita belanjakan di jalan ALLAH , semua itulah yang akan kita bawa sebagai amal dalam menghadap ALLAH.
Di jaman moderen sekarang ini, banyak kita saksikan fenomena manusia yang siang malam mencari harta hanya untuk dikumpulkan sebagai kebanggaan dan kemegahan,  sungguh ini adalah perbuatan yang menyimpang dari ajaran Islam, sebagaimana larangan yang tercantum dalam Al Qur’an  :

1.       Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, 
2.       Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3.       Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4.       Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui .
5.       Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6.       Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7.       Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainul yaqin, 
8.       Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

(QS  AT  TAKAATSUR  AYAT : 1 – 8)

ALLAH tidaklah melarang manusia untuk mencari harta sebanyak-banyaknya ,  namun dengan niat yang benar, yakni untuk dibelanjakan di jalan ALLAH yang antara lain untuk menegakkan agama ALLAH (syiar agama) , menjamin terlaksananya hak-hak kaum miskin dsb. Sikap bermegah-megahan sama sekali bukan sikap yang mencerminkan LOGIKA SEORANG MUKMIN yang benar dalam menjalani hidup ini. Jika kita sadari bahwa kita akan berpindah tempat dari dunia menuju ke akherat yang abadi,  maka logika yang benar adalah kita akan lebih memikirkan bekal kita kelak di tempat yang baru, yaitu akherat , dan bukannya malah sibuk membenahi tempat tinggal yang sementara kita tempati yaitu dunia yang kira-kira hanya kita huni selama -+ 70 tahun. Dengan cara pandang seperti ini maka kita akan lapang dada menyedekahkan harta demi mencari ridho ALLAH. Masa yang 70 tahun ini bila dibanding dengan akherat yang abadi sungguh tidak ada artinya, sehingga pantaslah jika ALLAH berfirman dalam Al Qur’an sbb :


20.   Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
21.   Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada
Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
22.   Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
23.   (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
24.   (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

 (QS  AL HADIID  AYAT : 20 – 24)
Seharusnya seperti  itulah LOGIKA SEORANG MUKMIN dalam menyikapi kehidupan dunia ini, yaitu :
·         Menjadikan dunia yang sementara ini sebagai ladang untuk beramal mencari ridho ALLAH
·          Menjadikan dunia yang sementara ini sebagai tempat berjuang, dan bukan sebagai tempat kesenangan, karena jika kita menganggap dunia ini sebagai tempat bersenang-senang, maka dengan mudah syaitan akan menggelincirkan kita dari jalan yang diridhoi ALLAH.
Akhirnya, marilah kita senantiasa berusaha dan berdoa agar kita semua diberi kekuatan ALLAH, untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang sesat dari jalan ALLAH.
Wassalaamu Alaikum Warakhmatullaahi Wabarakaatuh

1 komentar:

  1. terima kasih infonya. penjabaran dan sumbernya jelas sehingga mudah dipahami.

    BalasHapus

SILAHKAN ANDA BERKOMENTAR DI SINI :